Ketegangan….

January 20th, 2009 by justmanager

21 Januari. Memasuki akhir bulan Januari. Bulan diawal 2009 ini ternyata justru menghadirkan ketegangan. Menurut KBBI ketegangan berasal dari kata tegang yang bermakna hal (keadaan) tegang; pertentangan yg keras: perbedaan pendapat antara. Suasana di Jakarta seminggu kemarin sempat tercipta ketegangan. Hujan  lebat terus melanda dari Senin hingga Kamis. Menimbulkan kekhawatiran akan adanya banjir dan tidak lupa efek lain  seperti kemacetan dan tumbangannya pohon-pohon serta papan reklame akibat angin kencang. Ketegangan berlanjut ketika Depo Plumpang sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran BBM sempat mengalami kebakaran. Ketegangan kembali timbul, karena ketakutan akan langkanya BBM dalam hal ini premium sehingga banyak SPBU dibanjiri oleh para konsumen. Nah, ketegangan yang terjadi di Jakarta secara harafiah cocok dengan arti ketegangan itu sendiri yaitu hal (keadaan) tegang.

Di ranah Internasional, ketegangan di Timur Tengah hingga kini masih melanda. Pertikaian antara Hamas dan pasukan Israel sepertinya tiada hentinya. Ketegangan disini timbul karena adanya pertentangan keras antara kedua belah pihak.  Dua pihak ini saling keras kepala. Walau korban telah berjatuhan di Jalur Gaza, namun seruan dan himbauan dari masyarakat Internasional untuk mengadakan gencatan senjata, terasa sia-sia. Usaha Mesir-Perancis dan PBB toh sepertinya menguap bagai air di padang pasir. Nah secara tidak terduga, kemudian Israel menghentikan serangan…Gosipnya karena Obama akan dilantik sebagai Presiden AS….Dan ketegangan berpindah ke tanah seberang di AS.

Menjelang acara inagurasi Barrack Obama sebagai presiden AS, seharusnya yang timbul adalah eforia dan keceriaan dimana-mana. Namun yang terlihat justru ketegangan. Dari hal pengamanan, banyaknya massa yang hadir hingga 2 juta orang dan kecemasan akan hal-hal lainnya yang sekiranya mungkin saja mengganggu jalannya acara. Bahkan suasana tegang sangat terasa menjelang Obama dilantik. Apalagi, ternyata sang presiden sendiri pun termyata “ikut-ikutan” tegang karena dia begitu gugup ketika membacakan sumpahnya. Yah, ternyata Obama pun hanyalah manusia biasa….

Bagaimana dengan di belahan dunia lain ??  Krisis Gas di Eropa menimbulkan ketegangan antara Rusia dan Ukraina, Demikian pula serangan Tentara Srilangka ke sarang pemberontak Macan Tamil dan terutama krisis ekonomi yang masih ada menimbulkan ketegangan hampir di seluruh dunia….Semua ketegangan itu merupakan persoalan yang harus dihadapi, namun bagaimana kita meresponnya itu yang menjadi permasalahan baru. Apakah dengan respon yang positif ataukah negatif  ??

Kembali lagi ke Indonesia. Ketegangan melanda menjelang Pemilu. Inikah menjadi tantangan kita apakah kita bisa meresponnya dengan baik. Toh, tantangan selalu timbul untuk menjadikan kita sebagai individu yang (mungkin) lebih baik dari segala hal. Begitu juga Indonesia. Mungkin pernah ada ungkapan “nggak ada noda, nggak belajar” cuma apakah kita pernah belajar dari kesalahan kita ?? Samapai kapan kondisi di Indonesia seperti ini ?? Niscaya, apabila banyak golput terjadi dalam Pemilu nanti…bisa jadi suasana ketegangan tetap akan meliputi di seluruh Indonesia hingga 10 tahun mendatang……

New Year

December 31st, 2008 by justmanager

31 Desember. Ini adalah hari terakhir di bulan Desember. Tak terasa kita akan meninggalkan 2008. Sebetulnya 2008 bukan merupakan tahun yang buruk. Banyak hal yang bisa dikenang baik kenangan indah maupun kenangan paling buruk sekalipun…

Kemenangan Obama menjadi Presiden AS mungkin dapat diingat sebagai momen terbaik 2008. Presiden yang akan dilantik pada 20 Januari nanti, mengingatkan kepada kita semua bahwa jika  ingin mendapatkan sesuatu, betapapun terjal jalannya,  semua dapat  terlaksana melalui kerja keras dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Tidak melihat perbedaan Agama, Ras, Suku dan Bahasa.

Momen lainnya adalah penyelenggaraan Olimpiade Beijing yang berjalan sukses dan spektakuler. Walaupun dibayangi oleh isu HAM dan (setelahnya) masalah susu beracun, Cina terbukti mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi para atlet dari seluruh dunia dan menjadi juara umum. Dalam sepakbola,  keberhasilan Spanyol menjadi juara Eropa dapat pula dikatakan kejutan sedangkan sukses Manchester United meraih kesuksesan di semua ajang yang diikuti menjadi pembuktian bahwa mereka memang salah satu tim sepakbola terbaik di dunia….

Bagaimana dengan momen buruk 2008 ?? menjelang berakhirnya tahun, justru muncul krisis global yang melanda AS yang akhirnya merembet ke semua sektor perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Krisis yang berawal dari macetnya kredit perumahan,membuat bangkrut lembaga investasi seperti Lehmann Brothers. PHK dan macetnya industri otomotif di AS dan Eropa membuat banyak pemerintah negara yang bersangkutan rame-rame menyuntikkan dana bantuan kepada industri yang terancam kolaps. Belum lagi masalah penipuan lembaga investasi Madoff yang menyeret berbagai banyak perusahaan yang ikut bermasalah akibat hilangnaya dana investasi.

Dalam bidang Keamanan, Serangan Rusia ke Georgia dan masalah perompak di Aden membuat Dunia sepertinya belum dapat dikatakan tenang. Pada November, serangan teroris yang terkoordinasi di Mumbay membuat dunia terhenyak. Belum lagi masalah akut antara Palestina (baca:Hamas) dengan Israel yang kembali memakan korban wanita dan anak-anak. Diperkirakan masalah ini akan berlanjut hingga tahun depan…

Bagaimana dengan Indonesia ?? situasi yang tercipta relatif stabil, Wafatnya mantan Presiden Soeharto dan mantan Menlu Ali Alatas merupakan kabar duka di awal dan akhir tahun. Gejolak muncul akibat adanya kenaikan harga BBM pada Mei, walau pada Desember harga BBM kembali turun akibat rendahnya harga minyak dunia. Riak-riak pun sempat timbul di parlemen akibat sistem “kejar tayang” dalam pengesahan RUU seperti Pornografi, Minerba, BHP dan perpanjangan masa jabatan hakim agung, yang entah apa manfaatnya bagi para rakyat….

Di 2009, yakinlah semua masalah dan persoalan tidaklah hilang. Bahkan mungkin semakin bertambah. Apakah kita bisa menghadapi semua tantangan tersebut dengan baik ataukah kita akan kembali mengulangi kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu ?? hanya waktu yang bisa menjawabnya….Bagi kita di Indonesia, 2009 itu saatnya kita kembali mengikuti Pemilu. Pesta demokrasi  itu kembali tiba. Namun, sepertinya banyak kendala yang akan dihadapi pada Pemilu ini. Antusiasme dan tingkat partisipasi tidaklah seperti 1999. Kurang baiknya kinerja legislatif dan tiadanya pilihan calon eksekutif yang mumpuni, membuat Pemilu 2009 kurang diminati. Apalagi banyaknya masalah dalam pilkada di daerah, kurang siapnya sosialisasi KPU dan kurang jelasnya para calon legislatif, membuat semuanya masih tampak dalam angan-angan untuk menciptakan pemerintahan  demokratis sesuai yang selalu kita idam-idamkan….padahal Pemilu legislatif kurang dari 100 hari lagi…

Bagi saya pribadi, 2008 merupakan tahun yang baik, dalam artian segalanya berjalan lancar pada tahun ini…Mudah-mudahan di 2009 semua harapan dapat terkabul dan segalanya dapat berlangsung lebih baik dari 2008..Terutama dari segi penghasilan, karir, jodoh dan kesempatan dalam melakukan semua hal yag positif !!! amin…..

Masih beberapa jam lagi memasuki 2009, tapi nggak ada salahnya mengucapkan Selamat Tahun Baru !!!! Selamat Jalan 2008, semua kenangan akan menjadi pembelajaran yang bagus, agar dikedepannya kita dapat menjadi manusia yang lebih baik…..

HAPPY NEW YEAR 2009…………

Vietnam…oh….Vietnam….

December 28th, 2008 by justmanager

28 Desember. Vietnam. Pertama kali saya mendengar nama Vietnam, waktu itu lagi getol2nya ngkutin serial “Tour of Duty” di RCTI. Saya waktu itu masih SD. Di film itu sepertinya walaupun para pemeran utama tentaranya udah terkepung oleh tentara NVA maupun vietcong, tetap saja ending serial tersebut selalu berakhir bahagia. Makin fasih lagi dengan nama Vietnam, ketika mengenal sosok Rambo, terutama dari film Rambo II. Dengan hebatnya si Rambo menghabisi tentara-tentara Vietnam yang berusaha menghabisi “sang pahlawan”. Dari film-film itulah saya mulai tertarik dengan namanya perang Vietnam. Perang yang bertujuan untuk mencegah penyebaran pengaruh komunis di Asia Tenggara itu berakhir bencana bagi AS. Dan ternyata, penggambaran “sang jagoan Amerika” di film-film buatan Hollywood tidaklah sepenuhnya tepat…..karena justru mereka yang lari tunggang langgang ketika pasukan NVA mulai memasuki Saigon, yang menandakan berakhirnya pengaruh AS tahun 1975….

Malam ini tulisan saya tidak berbicara soal perang Vietnam ataupun politik di Vietnam, tapi mengenai sepakbola di Vietnam. Ketika wasit asal Singapura meniup peluit panjang di Stadion My Dinh di Hanoi, kegembiraan para pendukung Vietnam merebak. Untuk pertama kalinya tim nasional kesebalasan Vietnam berhasil  merebut Piala AFF setelah menahan imbang Thailand 1-1. Dengan agg 3-2 mereka berhasil membuat sejarah. Ini menjadi gelar yang sangat prestisius karena mereka berhasil membuktikan diri menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Perkenalan saya dengan sepakbola Vietnam dimulai waktu SEA Games Chiangmai tahun 1995. Itu juga merupakan tahun dimana saya mulai menggeluti sepakbola. Ketika itu yang saya tahu Tim nasional Indonesia merupakan unggulan bersama Thailand karena hanya mereka berdualah pada waktu itu kekuatan sepakbolanya setara. Apalagi Indonesia dengan gabungan antara pemain primavera dan veteran, kekuatannya cukup solid di berbagai lini. Namun, ketika berhadapan dengan Vietnam di Semifinal, Indonesia mengalami perlawanan yang cukup alot. Dan bencana pun tiba, ketika striker kebanggaan Vietnam (waktu itu) Lee Hyun Duc menjebol gawang Kurnia Sandi di pertengahan Babak II, habislah harapan Indonesia main di Partai Final. Vietnam menang 1-0.

Setelah itu tim Vietnam selalu menyulitkan Indonesia di SEA Games Jakarta 1997, Indonesia ditahan imbang 2-2 dan di Piala Tiger 2002 dengan skor yang sama. Walau pada Piala Tiger 2004 Indonesia pernah menang 3-0 di Hanoi, tapi kita juga pernah tersingkir di SEA Games 2003 karena kembali kalah 1-0. Disini membuktikan kalo perkembangan sepakbola di Vietnam cukup pesat berkembang. Terlepas ada kekisruhan dalam Federasi sepakbola mereka dan skandal Judi yang pernah merebak, namun penampilan tim nasional mereka sangat berkembang. Terutama berkat tangan dingin Alfred Rield. Orang Austria ini sangat berjasa dalam memajukkan persepakbolaan Vietnam, sehingga membuat kinerja penerusnya Henrique Callisto menjadi mudah. Dan hasil kerja keras mereka terlihat selama turnamen AFF Cup 2008 ini, dengan semangat juang dan strategi permainan yang pas mereka akhirnya menjadi juara.

Secara postur para pemain Vietnam sebenarnya mirip dengan pemain Indonesia. Dan mereka mempunyai kecepatan dan semangat militan yang menjadi senjata ampuh.  Ditambah lagi dengan pola dan strategi main yang jelas dan fisik yang mumpuni membuat Vietnam mampu bersaing dengan Thailand dan Singapura. Dari postur jelas mereka tidak seperti para pemain naturalisasi Singapura yang tinggi, besar dan kekar, bahkan kiper utama mereka Nguyen Dong son hanya bertinggi 178 cm atau gaya bermain sepakbola seperti pemain Thailand yang bermain sepakbola ala Eropa. Dan yang paling penting dalam Tim Nasional Vietnam tidak ada pemain bintang. Lee Cong Vinh yang merupakan “bintang” mereka pun hanya mencetak 1 gol selama turnamen AFF cup 2008 ini. Semangat pantang menyerah inilah yang juga dimiliki pendahulu mereka hampir 30 tahun lalu di medan perang.

Vietnam mengawali turnamen ini dengan tidak menyakinkan. Kalah 0-2 dengan Thailand, “hanya” menang beruntung dengan Malaysia 3-2,dan menumpas Laos 4-0 di penyisihan grup. Namun, setelah itu grafik permainan Vietnam meningkat. Secara mengejutkan mereka mengalahkan Singapura dengan 1-0 di kandang lawan bahkan di Final leg 1 mereka kembali menumbangkan Thailand di Bangkok dengan 2-1. Penigkatan permainan ini sangatlah positif. Dan seharusnya dapat menjadi pembelajaran juga bagi tim nasional kesayangan kita, untuk ikut-ikutan meraih hasil yang sama.

Yang membedakan kita dengan Vietnam adalah semangat militan dan keinginan untuk belajar dari kesalahan. Selama turnamen permainan Vietnam, walaupun tidak indah, namun mereka mampu mengalirkan bola dari kaki ke kaki dan jarang para pemain mereka melakukan kesalahan sendiri yang merugikan tim. Umpan-umpan mereka sangat terukur dan mematikan. Dan dari situ peluang dan gol dapat muncul.

Tentunya, sukses Vietnam ini tidaklah instan. Pembinaan pemain muda mereka dapat dikatakan tidak menegecewakan. Sebelum menjadi Juara AFF Cup 2008, mereka juga menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang mampu lolos ke babak 8 besar Piala Asia 2007, dan hanya kalah oleh sang Juara Irak. Well, singkat kata seharusnya Indonesia bisa mencontoh Vietnam. Adanya keinginan itu penting, karena kalau belajar tanpa dilandasi dengan keinginan dan tekad yang kuat serta dukungan dari berbagai pihak sepertinya semuanya hanyalah sia-sia belaka…..

Bagaimana, mau belajar dari Vietnam ??

Jakarta

December 25th, 2008 by justmanager

Jakarta. 25 Desember. Di luar, hujan sepertinya sedang mengguyur dengan deras. Suasana yang dingin seperti ini, membuat teringat saat-saat dulu menjelang meninggalkan Jakarta menuju Surabaya hampir 8 tahun yang lalu…..

Jakarta. Apa yang terlintas ketika kita mendengar nama itu ? ibukota negara ? atau sumber segala kesemrawutan, kekacauan, kemacetan atau kesempatan ? yang pasti Jakarta yang sekarang sungguh saat berbeda dengan Jakarta yang saya tinggal 8 tahun yang lalu. Pembangunan akibat dari globalisasi yang makin meningkat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Tapi sepertinya yang terjadi justru banyak menimbulkan dampak negatif, seperti kemacetan dimana-mana, banjir ketika musim penghujan tiba, persoalan dengan warga pendatang dan banyaknya permasalahan sosial lainnya. Saya sendiri pun tampak asing dengan segala gemerlap dan pesona yang sangat menggoda yang dilahirkan Jakarta. Padahal hingga masa  SMA saya dibesarkan olehnya.

Segala kekisruhan itu membuat kepenatan tidak akan pernah hilang selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan dan 12 bulan setahun…dan sepertinya energi dari kota ini pun habis terserap oleh para pencari kesempatan dan tiada keinginan untuk menjadikannya tempat yang lebih bermartabat. Tampak terasa, ketika saya berada ditengah-tengah kemacetan, saya berpikir inikah Jakarta yang sesungguhnya ? dan melihat para pedagang asongan, pengemis dan anak jalanan berebut mencari rezeki serta kesempatan. Keasingan ini membuat saya merindukan saat-saat kehidupan di Surabaya….tapi, dengan kembalinya saya ke Jakarta inilah saat yang tepat untuk menaklukan kota ini.